Kisah Haru tentang Cicit Rosulullah

Kisah Haru tentang Cicit Rosulullah

https://www.instagram.com/syeikh.khalil/
Suatu hari Thawus bin Kaisan pernah melihat Ali bin Husain (Zainul Abidin) berdiri di bawah bayang-bayang ka'bah, gelagapan seperti orang tenggelam, menangis seperti ratapan seorang penderita sakit dan berdoa terus-menerus seperti orang yang sedang terdesak kebutuhan yang sangat. Setelah Ali bin Husain selesai berdoa, Thawus bin Kaisan mendekat dan berkata,

Thawus : "Wahai cicit Rasulullah, kulihat Anda dalam keadaan demikian padahal Anda memiliki tiga keutamaan yang saya mengira bisa mengamankan Anda dari rasa takut.

Zainul Abidin: "Apakah itu wahai Thawus?"
.
Thawus : "Pertama, Anda adalah keturunan Rasulullah. Kedua, Anda akan mendapatkan syafaat dari kakek Anda dan ketiga, rahmat Allah bagi Anda."
.
Zainul Abidin : "Wahai Thawus, garis keturunanku dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam tidak menjamin keamananku setelah kudengar firman Allah:
.
"...kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka hari itu..." (QS. Al-Kahfi:99)

Adapun tentang syafaat kakekku, Allah telah menurunkan firman-Nya: "Mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah." (QS Al-Anbiya': 28)

Sedangkan mengenai rahmat Allah, lihatlah firman Nya "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-A'raf: 56).
.
Masya Allah, betapa terharu Thaus mendengarkan jawaban beliau, meskipun beliau seorang keturunan nabi, tapi itu semua tdk membuat beliau lalai dalam ibadah dan tdk melunturkan rasa takut beliau kepada Allah.
.
.
.
[Sumber: "mereka Adalah Para Tabi'in" Karya : Dr. Abdurrahman Ra'at Basya, At-Tibyan, Cet VIII, 2019]

1 comment for "Kisah Haru tentang Cicit Rosulullah"